Minggu, 16 September 2012

laporan Osmosis


                           I.            Judul Praktikum         : Osmosis
                        II.            Tanggal Praktikum     : 28 Agustus 2012
                     III.            Tujuan Praktikum      : mengamati proses terjadinya osmosis
                     IV.            Dasar Teori     
Osmosis berasal dari kata os artinya lubang dan move artinya pindah, maka osmosis adalah mengalirnya zat cair melalui membran (dinding yang sangat tipis). Zat cair akan selalu mengalir dari larutan yang kadarnya kuat ke larutan yang kadarnya rendah. Sedangkan Difusi berasal dari kata diphus yang artinya menyebar. Difusi merupakan transport menurun yang artinya materi yang berasal dari daerah berkosentrasi tinggi ke daerah yang berkosentrasi rendah. Cairan sel biasanya bersifat hipertonis dan cairan di luar sel bersifat hipotonis, sehingga air akan mengalir dari luar ke dalam sampai keduanya bersifat isotonis.
Osmosis adalah peristiwa mengalirnya/berpindahnya suatu zat dalam pelarut dari bagian berkonsentrasi tinggi ke bagian yang berkonsentrasi rendah. Contoh yang sederhana adalah pemberian gula pada cairan teh tawar. Lambat laun cairan menjadi manis. Contoh lain adalah uap air dari cerek yang berdifusi dalam udara. Difusi dipermudah dengan saluran protein substansi seperti asam amino, gula, dan substansi bermuatan tidak dapat berdifusi melalui membran plasma. Substansi-substansi tersebut melewati membran plasma melalui saluran yang dibentuk oleh protein dimana protein yang membentuk saluran ini merupakan protein integral.
Osmosis dipermudah dengan protein pembawa proses difusi ini melibatkan protein yang membentuk suatu saluran dan mengikat substansi yang ditranspor. Protein  ini disebut protein pembawa. Protein pembawa biasanya mengangkut molekul polar misalnya asam amino dan glukosa. Osmosis adalah perpindahan air melalui membran permeabel selektif dari bagian yang lebih encer ke bagian yang lebih pekat. Membran semipermeabel harus dapat ditembus oleh pelarut, tapi tidak oleh zat terlarut, yang mengakibatkan gradien tekanan sepanjang membran. Osmosis merupakan suatu fenomena alami, tapi dapat dihambat secara buatan dengan meningkatkan tekanan pada bagian dengan konsentrasi pekat menjadi melebihi bagian dengan konsentrasi yang lebih encer. Gaya per unit luas yang dibutuhkan untuk mencegah mengalirnya pelarut melalui membran permeabel selektif dan masuk ke larutan dengan konsentrasi yang lebih pekat sebanding dengan tekanan turgor. Tekanan osmotik merupakan sifat koligatif, yang berarti bahwa sifat ini bergantung pada konsentrasi zat terlarut, dan bukan pada sifat zat terlarut itu sendiri.
Mekanisme osmosis
Jika di dalam suatu bejana yang dipisahkan oleh selaput semipermiabel, jika dalam suatu bejana yang dipisahkan oleh selaput semipermiabel ditempatkan dua Iarutan glukosa yang terdiri atas air sebagai pelarut dan glukosa sebagai zat terlarut dengan konsentrasi yang berbeda dan dipisahkan oleh selaput selektif permeabel, maka air dari larutan yang berkonsentrasi rendah akan bergerak atau berpindah menuju larutan glukosa yang konsentrainya tinggi melalui selaput permeabel. jadi, pergerakan air berlangsung dari larutan yang konsentrasi airnya tinggi menuju kelarutan yang konsentrasi airnya rendah melalui selaput selektif permiabel. Larutan vang konsentrasi zat terlarutnya lebih tinggi dibandingkan dengan larutan di dalam sel dikatakan .sebagai larutan hipertonis. sedangkan larutan yang konsentrasinya sama dengan larutan di dalam sel disebut larutan isotonis. Jika larutan yang terdapat di luar sel, konsentrasi zat terlarutnya lebih rendah daripada di dalam sel dikatakan sebagai larutan hipotonis.

                        V.            Alat dan Bahan
·         Pisau
·         Tissue
·         Gelas ukur 50 ml
·         Stopwatch
·         Neraca
·         Kentang
·         Wortel
·         Aquades
·         Larutan glukosa 5%
·         Larutan glukosa 10%
·         Larutan glukosa 15%
·         Larutan garam 5%
·         Larutan garam 10%
·         Larutan garam 15%

                     VI.            Cara Kerja
a.       Omosis pada Kentang
·         Bersihkan kentang mentah dari kulitnya.
·         Potong kentang dengan ukuran 1 × 1 cm sebanyak 8 potong. Usahakan potongan kentang tersebut memiliki berat yang sama. Saat mengupas kentang dan memotongnya upayakan jangan sampai terkena air atau cairan apa pun.
·         Siapkan larutan gula 5 %, 10% dan 15 % masing-masing dalam gelas ukur dengan volume sekitar 20 mL.
·         Siapkan larutan garam 5 %, 10% dan 15 % masing-masing dalam gelas ukur dengan volume sekitar 20 mL
·         Masukkan potongan kentang secara bersamaan ke masing-masing cawan yang telah diberi tanda A ( larutan glukosa 5% ), gelas ukur B ( larutan glukosa 10% ), gelas ukur C ( larutan glukosa 15% ) dan gelas ukur C yang berisi aquades.
·         Biarkan potongan kentang tersebut terendam selama 15 menit.
·         Setelah 15 menit angkatlah kemudian simpan di atas tissue.
·         Kemudian jika potongan kentang sudah kering timbanglah dineraca ukur dan bandingkan hasilnya dengan berat kentang belum dimasukan ke dalam larutan. Periksa keadaan kentang tersebut, dan catat hasilnya.
b. Osmosis pada Wortel
·         Bersihkan wortel dari kulitnya.
·         Potong wortel dengan ukuran 1 × 1 cm sebanyak 8 potong. Usahakan potongan kentang tersebut memiliki berat yang sama. Saat mengupas kentang dan memotongnya upayakan jangan sampai terkena air atau cairan apa pun.
·         Siapkan larutan gula 5 %, 10% dan 15 % masing-masing dalam gelas ukur dengan volume sekitar 20 mL.
·         Siapkan larutan garam 5 %, 10% dan 15 % masing-masing dalam gelas ukur dengan volume sekitar 20 mL
·         Masukkan potongan wortel secara bersamaan ke masing-masing cawan yang telah diberi tanda A ( larutan glukosa 5% ), gelas ukur B ( larutan glukosa 10% ), gelas ukur C ( larutan glukosa 15% ) dan gelas ukur C yang berisi aquades.
·         Biarkan potongan wortel tersebut terendam selama 15 menit.
·         Setelah 15 menit angkatlah kemudian simpan di atas tissue.
·         Kemudian jika potongan wortel sudah kering timbanglah dineraca ukur dan bandingkan hasilnya dengan berat kentang belum dimasukan ke dalam larutan. Periksa keadaan kentang tersebut, dan catat hasilnya.
                  VII.            Hasil Pengamatan
a.       Larutan gula
Bahan
Berat awal (gr)
Berat Akhir
5%
10%
15%
air
Kentang
Larutan 5%    = 2,3 gr
2,2 gr



Larutan 10%  = 2,2 gr

1,9 gr


Larutan 15%  = 2,0 gr


1,9 gr

Aquades        =  2,5 gr



2,5 gr
Wortel
Larutan 5%    = 2,1 gr
2,1 gr



Larutan 10%   = 2,1 gr

2,2 gr


Larutan 15%   = 2,1 gr


2,0 gr

Aquades          = 2,3 gr



2,3 gr

b.      Larutan garam
Bahan
Berat awal (gr)
Berat Akhir
5%
10%
15%
air
Kentang
Larutan 5%    = 1,7 gr
1,5 gr



Larutan 10%  = 1,5 gr

1,3 gr


Larutan 15%  = 1,9 gr


1,7 gr

Aquades        =  2,1 gr



2,1 gr
Wortel
Larutan 5%    = 0,9 gr
1,0 gr



Larutan 10%   = 1,4 gr

1,3 gr


Larutan 15%   = 1,0 gr


1,0 gr

Aquades          = 0,7 gr



0,7 gr

               VIII.            Pembahasan
Osmosis adalah perpindahan air melalui membran permeabel selektif dari bagian yang lebih encer ke bagian yang lebih pekat atau dari larutan yang berkonsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah. Membran semipermeabel harus dapat ditembus oleh pelarut, tapi tidak oleh zat terlarut, yang mengakibatkan gradien tekanan sepanjang membran. Osmosis merupakan suatu fenomena alami, tapi dapat dihambat secara buatan dengan meningkatkan tekanan pada bagian dengan konsentrasi pekat menjadi melebihi bagian dengan konsentrasi yang lebih encer. Gaya per unit luas yang dibutuhkan untuk mencegah mengalirnya pelarut melalui membran permeabel selektif dan masuk ke larutan dengan konsentrasi yang lebih pekat sebanding dengan tekanan turgor.
Perhatikan berat wortel dan kentang semula sebelum direndam, semua sama kurang lebih 1 gr. Setelah perendaman pada larutan gula 5% serta larutan garam 5%. Tekstur kentang agak lembek, sedangkan perendaman pada larutan gula 10% kondisinya lebih lembek. Tetapi keduanya menunjukkan pengurangan berat.
Sedangkan perendaman pada aquades, tekstur kentang menjadi keras dan beratnya bertambah.
osmosis pada kentangosmosis pada kentang





Kiri        : kentang menjadi lembek setelah direndam dalam larutan glukosa. Kanan      :  kentang mengeras setelah direndam aquades.
Bagaimana penjelasannya?
Ingat konsep ini: osmosis adalah perpindahan air, dari larutan hipotonis ke larutan hipertonis melalui membran semipermeabel.
Saat kentang direndam dalam larutan gula 30% dan 5% akan terjadi perpindahan air secara osmosis dari sel-sel kentang keluar menuju ke larutan. Perpindahan air ini terjadi karena sel-sel kentang hipotonis terhadap larutan gula yang hipertonis. Lihat gambar berikut.
osmosis 






Perhatikan apa yang terjadi jika sel hewan dan sel tumbuhan direndam dalam larutan hipertonis atau hipotonis.
Peristiwa ini berakibat pada tiga hal:
1.      Sel-sel kentang dan wortel kekurangan air (isi sel), akibatnya terjadi plasmolisis yang mengakibatkan penurununan tekanan turgor. Jika tekanan turgor menurun akibatnya kentang menjadi empuk dan lembek
2.      Terjadi penurunan berat kentang akibat perpindahan air dari sel-sel kentang ke larutan.
3.      Kelunakan kentang dan pengurangan berat bergantung pada konsentrasi larutan. Semakin hipertonis larutannya, maka semakin lembek kentangnya, juga semakin banyak pengurangan beratnya.

plasmolisis 





Beginilah bentuk sel yang mengalami plasmolisis. Perhatikan rongga yang terbentuk di antara membran sel dengan dinding sel.
Untuk kentang dan wortel yang direndam dalam aquades, peristiwa yang berkebalikan terjadi. Air dari larutan masuk ke dalam sel-sel kentang, karena sel-sel kentang hipertonis dibandingkan air. Akibat masuknya air ini menyebabkan isi sel bertambah, dan sel dalam keadaan turgid (tekanan turgor tinggi). Inilah yang menyebabkan kentang menjadi keras dan beratnya bertambah.
                     IX.            Kesimpulan
Dari percobaan yang telah kami lakukan dapat disimpulkan bahwa:
1)     Osmosis merupakan proses perpindahan molekul-molekul pelarut (air) dari konsentrasi pelarut tinggi ke konsentrasi pelarut yang lebih rendah melalui membran diferensial permeabel.
2)     Kentang yang direndam dalam larutan garam dan gula mengalami osmosis dimana kandungan air dalm kentang lebih besar sehingga air cenderung keluar yang menyebabkan berat kentang berkurang (hipertonis).
3)     Kentang yang direndam dalam air biasa mengalami difusi dimana kandungan air yang ada di luar kentang lebih besar sehingga air cenderung masuk dan menyebabkan berat kentang bertambah (hipotonis).




                        X.            Daftar Pustaka
http://elfisuir.blogspot.com/2010/02/hubungan-air-dengan-tumbuhan.html
Istamar, dkk. 2006. IPA-Biologi. Jakarta. Erlangga
Anonim. 2004. Makalah Anatomi Tumbuhan. Mataram. IKIP Mataram
Subowo, Prof. dr.M.Sc.Ph.D.1992.Histologi Umum.Bumi Aksara.Jakarta

Kebumen, 02 September 201
              Praktikan


 Dyah Istiyanti
   ( XI IPA 2 / 09 )



Tidak ada komentar:

Posting Komentar