I.
Judul Praktikum : Osmosis
II.
Tanggal Praktikum : 28
Agustus 2012
III.
Tujuan Praktikum : mengamati
proses terjadinya osmosis
IV.
Dasar Teori
Osmosis berasal dari kata os artinya lubang dan move
artinya pindah, maka osmosis adalah mengalirnya zat cair melalui membran
(dinding yang sangat tipis). Zat
cair akan selalu mengalir dari larutan yang kadarnya kuat ke larutan yang
kadarnya rendah. Sedangkan Difusi berasal dari kata diphus yang artinya
menyebar. Difusi merupakan transport menurun yang artinya materi yang berasal
dari daerah berkosentrasi tinggi ke daerah yang berkosentrasi rendah. Cairan
sel biasanya bersifat hipertonis dan cairan di luar sel bersifat hipotonis,
sehingga air akan mengalir dari luar ke dalam sampai keduanya bersifat
isotonis.
Osmosis adalah peristiwa mengalirnya/berpindahnya suatu
zat dalam pelarut dari bagian berkonsentrasi tinggi ke bagian yang
berkonsentrasi rendah. Contoh yang sederhana adalah pemberian gula pada cairan
teh tawar. Lambat laun cairan menjadi manis. Contoh lain adalah uap air dari
cerek yang berdifusi dalam udara. Difusi dipermudah dengan saluran protein
substansi seperti asam amino, gula, dan substansi bermuatan tidak dapat
berdifusi melalui membran plasma. Substansi-substansi tersebut melewati membran
plasma melalui saluran yang dibentuk oleh protein dimana protein yang membentuk
saluran ini merupakan protein integral.
Osmosis dipermudah dengan protein pembawa proses difusi
ini melibatkan protein yang membentuk suatu saluran dan mengikat substansi yang
ditranspor. Protein ini disebut protein pembawa. Protein pembawa biasanya
mengangkut molekul polar misalnya asam amino dan glukosa. Osmosis adalah
perpindahan air melalui membran permeabel selektif dari bagian yang lebih encer
ke bagian yang lebih pekat. Membran semipermeabel harus dapat ditembus oleh
pelarut, tapi tidak oleh zat terlarut, yang mengakibatkan gradien tekanan
sepanjang membran. Osmosis merupakan suatu fenomena alami, tapi dapat dihambat
secara buatan dengan meningkatkan tekanan pada bagian dengan konsentrasi pekat
menjadi melebihi bagian dengan konsentrasi yang lebih encer. Gaya per unit luas
yang dibutuhkan untuk mencegah mengalirnya pelarut melalui membran permeabel
selektif dan masuk ke larutan dengan konsentrasi yang lebih pekat sebanding
dengan tekanan turgor. Tekanan osmotik merupakan sifat koligatif, yang berarti
bahwa sifat ini bergantung pada konsentrasi zat terlarut, dan bukan pada sifat
zat terlarut itu sendiri.
Mekanisme osmosis
Jika
di dalam suatu bejana yang dipisahkan oleh selaput semipermiabel, jika dalam
suatu bejana yang dipisahkan oleh selaput semipermiabel ditempatkan dua Iarutan
glukosa yang terdiri atas air sebagai pelarut dan glukosa sebagai zat terlarut
dengan konsentrasi yang berbeda dan dipisahkan oleh selaput selektif permeabel,
maka air dari larutan yang berkonsentrasi rendah akan bergerak atau berpindah
menuju larutan glukosa yang konsentrainya tinggi melalui selaput permeabel.
jadi, pergerakan air berlangsung dari larutan yang konsentrasi airnya tinggi
menuju kelarutan yang konsentrasi airnya rendah melalui selaput selektif
permiabel. Larutan vang konsentrasi zat terlarutnya lebih tinggi dibandingkan
dengan larutan di dalam sel dikatakan .sebagai larutan hipertonis. sedangkan
larutan yang konsentrasinya sama dengan larutan di dalam sel disebut larutan
isotonis. Jika larutan yang terdapat di luar sel, konsentrasi zat terlarutnya
lebih rendah daripada di dalam sel dikatakan sebagai larutan hipotonis.
V.
Alat dan Bahan
·
Pisau
·
Tissue
·
Gelas ukur 50 ml
·
Stopwatch
·
Neraca
·
Kentang
·
Wortel
·
Aquades
·
Larutan glukosa 5%
·
Larutan glukosa 10%
·
Larutan glukosa 15%
·
Larutan garam 5%
·
Larutan garam 10%
·
Larutan garam 15%
VI.
Cara Kerja
a.
Omosis pada
Kentang
·
Bersihkan kentang mentah dari kulitnya.
·
Potong kentang dengan ukuran 1 × 1 cm
sebanyak 8 potong.
Usahakan potongan kentang tersebut memiliki berat yang sama. Saat mengupas
kentang dan memotongnya upayakan jangan sampai terkena air atau cairan apa pun.
·
Siapkan larutan gula 5 %, 10% dan 15 % masing-masing
dalam gelas ukur dengan volume sekitar 20 mL.
·
Siapkan larutan garam 5 %, 10% dan 15 %
masing-masing dalam gelas ukur dengan volume sekitar 20 mL
·
Masukkan potongan kentang secara bersamaan ke
masing-masing cawan yang telah
diberi tanda A ( larutan
glukosa 5% ), gelas
ukur B ( larutan
glukosa 10% ), gelas ukur C ( larutan glukosa 15% ) dan gelas ukur C yang berisi aquades.
·
Biarkan potongan kentang tersebut terendam selama 15 menit.
·
Setelah 15 menit
angkatlah kemudian simpan di atas tissue.
·
Kemudian
jika potongan kentang sudah kering timbanglah dineraca ukur dan bandingkan
hasilnya dengan berat kentang belum dimasukan ke dalam larutan. Periksa
keadaan kentang tersebut, dan catat hasilnya.
b. Osmosis pada Wortel
·
Bersihkan wortel dari
kulitnya.
·
Potong wortel dengan
ukuran 1 × 1 cm
sebanyak 8 potong.
Usahakan potongan kentang tersebut memiliki berat yang sama. Saat mengupas
kentang dan memotongnya upayakan jangan sampai terkena air atau cairan apa pun.
·
Siapkan larutan gula 5 %, 10% dan 15 % masing-masing
dalam gelas ukur dengan volume sekitar 20 mL.
·
Siapkan larutan garam 5 %, 10% dan 15 %
masing-masing dalam gelas ukur dengan volume sekitar 20 mL
·
Masukkan potongan wortel secara bersamaan ke masing-masing cawan yang telah diberi tanda A ( larutan
glukosa 5% ), gelas
ukur B ( larutan
glukosa 10% ), gelas ukur C ( larutan glukosa 15% ) dan gelas ukur C yang berisi aquades.
·
Biarkan potongan wortel tersebut terendam selama 15 menit.
·
Setelah 15 menit
angkatlah kemudian simpan di atas tissue.
·
Kemudian
jika potongan wortel sudah kering timbanglah dineraca ukur dan bandingkan
hasilnya dengan berat kentang belum dimasukan ke dalam larutan. Periksa
keadaan kentang tersebut, dan catat hasilnya.
VII.
Hasil Pengamatan
a.
Larutan gula
Bahan
|
Berat awal (gr)
|
Berat Akhir
|
|||
5%
|
10%
|
15%
|
air
|
||
Kentang
|
Larutan 5% = 2,3 gr
|
2,2 gr
|
|||
Larutan 10% = 2,2 gr
|
1,9 gr
|
||||
Larutan 15% = 2,0 gr
|
1,9 gr
|
||||
Aquades = 2,5 gr
|
2,5 gr
|
||||
Wortel
|
Larutan 5% = 2,1 gr
|
2,1 gr
|
|||
Larutan 10% = 2,1 gr
|
2,2 gr
|
||||
Larutan 15% = 2,1 gr
|
2,0 gr
|
||||
Aquades = 2,3 gr
|
2,3 gr
|
||||
b.
Larutan
garam
Bahan
|
Berat awal (gr)
|
Berat Akhir
|
|||
5%
|
10%
|
15%
|
air
|
||
Kentang
|
Larutan 5% = 1,7 gr
|
1,5 gr
|
|||
Larutan 10% = 1,5 gr
|
1,3 gr
|
||||
Larutan 15% = 1,9 gr
|
1,7 gr
|
||||
Aquades = 2,1 gr
|
2,1 gr
|
||||
Wortel
|
Larutan 5% = 0,9 gr
|
1,0 gr
|
|||
Larutan 10% = 1,4 gr
|
1,3 gr
|
||||
Larutan 15% = 1,0 gr
|
1,0 gr
|
||||
Aquades = 0,7 gr
|
0,7 gr
|
||||
VIII.
Pembahasan
Osmosis adalah
perpindahan air melalui membran permeabel selektif dari bagian yang lebih encer
ke bagian yang lebih pekat
atau dari larutan yang berkonsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah.
Membran semipermeabel harus dapat ditembus oleh pelarut, tapi tidak oleh zat
terlarut, yang mengakibatkan gradien tekanan sepanjang membran. Osmosis
merupakan suatu fenomena alami, tapi dapat dihambat secara buatan dengan
meningkatkan tekanan pada bagian dengan konsentrasi pekat menjadi melebihi
bagian dengan konsentrasi yang lebih encer. Gaya per unit luas yang dibutuhkan
untuk mencegah mengalirnya pelarut melalui membran permeabel selektif dan masuk
ke larutan dengan konsentrasi yang lebih pekat sebanding dengan tekanan turgor.
Perhatikan berat wortel dan kentang semula sebelum direndam, semua sama kurang lebih 1 gr. Setelah perendaman pada larutan gula 5% serta larutan garam 5%. Tekstur kentang agak lembek, sedangkan perendaman pada
larutan gula 10% kondisinya
lebih lembek. Tetapi keduanya menunjukkan pengurangan berat.
Sedangkan perendaman pada aquades,
tekstur kentang menjadi keras dan beratnya bertambah.


Kiri : kentang
menjadi lembek setelah direndam dalam larutan glukosa. Kanan : kentang
mengeras setelah direndam aquades.
Bagaimana penjelasannya?
Ingat konsep ini: osmosis adalah
perpindahan air, dari larutan hipotonis ke larutan hipertonis melalui membran
semipermeabel.
Saat kentang
direndam dalam larutan gula 30% dan 5% akan terjadi perpindahan air secara
osmosis dari sel-sel kentang keluar menuju ke larutan. Perpindahan air ini
terjadi karena sel-sel kentang hipotonis terhadap larutan gula yang hipertonis.
Lihat gambar berikut.
Perhatikan apa yang terjadi jika sel hewan dan sel tumbuhan direndam dalam larutan hipertonis atau hipotonis.
Peristiwa ini berakibat pada tiga hal:
1.
Sel-sel kentang dan wortel kekurangan air (isi sel), akibatnya terjadi
plasmolisis yang mengakibatkan penurununan tekanan turgor. Jika tekanan turgor
menurun akibatnya kentang menjadi empuk dan lembek
2.
Terjadi penurunan berat kentang akibat perpindahan air
dari sel-sel kentang ke larutan.
3.
Kelunakan kentang dan pengurangan berat bergantung
pada konsentrasi larutan. Semakin hipertonis larutannya, maka semakin lembek
kentangnya, juga semakin banyak pengurangan beratnya.
Beginilah
bentuk sel yang mengalami plasmolisis. Perhatikan rongga yang terbentuk di
antara membran sel dengan dinding sel.
Untuk
kentang dan wortel yang
direndam dalam aquades, peristiwa yang berkebalikan terjadi. Air dari larutan
masuk ke dalam sel-sel kentang, karena sel-sel kentang hipertonis dibandingkan
air. Akibat masuknya air ini menyebabkan isi sel bertambah, dan sel dalam
keadaan turgid (tekanan turgor tinggi). Inilah yang menyebabkan kentang menjadi
keras dan beratnya bertambah.
IX.
Kesimpulan
Dari percobaan yang telah kami
lakukan dapat disimpulkan bahwa:
1) Osmosis
merupakan proses perpindahan molekul-molekul pelarut (air) dari konsentrasi
pelarut tinggi ke konsentrasi pelarut yang lebih rendah melalui membran
diferensial permeabel.
2)
Kentang yang direndam dalam larutan garam dan gula mengalami osmosis dimana
kandungan air dalm kentang lebih besar sehingga air cenderung keluar yang menyebabkan
berat kentang berkurang (hipertonis).
3)
Kentang yang direndam dalam air biasa mengalami difusi dimana kandungan air
yang ada di luar kentang lebih besar sehingga air cenderung masuk dan
menyebabkan berat kentang bertambah (hipotonis).
X.
Daftar Pustaka
http://elfisuir.blogspot.com/2010/02/hubungan-air-dengan-tumbuhan.html
Istamar, dkk. 2006.
IPA-Biologi. Jakarta. Erlangga
Anonim. 2004. Makalah Anatomi Tumbuhan. Mataram. IKIP Mataram
Subowo, Prof. dr.M.Sc.Ph.D.1992.Histologi Umum.Bumi Aksara.Jakarta
Anonim. 2004. Makalah Anatomi Tumbuhan. Mataram. IKIP Mataram
Subowo, Prof. dr.M.Sc.Ph.D.1992.Histologi Umum.Bumi Aksara.Jakarta
Kebumen,
02 September 201
Praktikan
Dyah Istiyanti
( XI
IPA 2 / 09 )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar